Makanan Terbaik dan Tersehat di Dunia

Advertisement
Makanan Terbaik dan Tersehat di Dunia - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat kondisi tubuh Anda tetap fit dan terbebas dari berbagai risiko penyakit. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan sehat Spirulina.

Makanan Terbaik dan Tersehat di Dunia

Berbagai penelitian dari pakar-pakar di seluruh dunia pun menghasilkan rekomendasi bahan-bahan makanan tertentu yang manfaatnya luar biasa bagi kesehatan Anda.

Keseluruhan jenis makanan ini dijamin akan membuat Anda semakin sehat jika dimasukkan ke dalam pola makan harian.

Untuk lebih jelasnya, simak ke-25 makanan tersehat di dunia seperti dirangkum huffingtonpost, berikut ini.

1. Almond

Almond kaya serat, protein, lemak yang sehat bagi jantung (lemak tak jenuh), antioksidan, vitamin dan mineral. Namun karena kalorinya tinggi, tidak disarankan untuk makan almond lebih dari satu ons.

Seperempat cangkir almond juga mengandung 100 mg magnesium yang meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah serta 257 mg kalium yang membantu mencegah tekanan darah tinggi.

Sebuah studi menemukan bahwa mengganti beberapa porsi karbohidrat dengan kacang-kacangan seperti almond akan mengurangi risiko serangan jantung hingga 30 persen.

2. Apel

Apel merupakan sumber pektin yang luar biasa. Pektin adalah serat larut yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Bahkan kulitnya mengandung senyawa khusus yang disebut asam ursolik. Beberapa studi terbaru menemukan bahwa kulit apel ini dapat menurunkan kecenderungan obesitas.

Apel juga mengandung kuersetin yang berfungsi sebagai senyawa antiperadangan dan membantu mencegah masalah pernafasan. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang memasukkan apel ke dalam pola makan hariannya mengurangi risikonya melahirkan bayi yang menderita asma.

3. Alpukat

Buah ini dilengkapi dengan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda, vitamin C, E, kalium dan lutein.

Namun ketika disajikan bersama salad, lemak tak jenuh tunggalnya akan menyerap karotenoid, likopen dan betakaroten yang membantu melindungi Anda dari kanker, masalah kesehatan mata hingga penyakit jantung.

Studi lain juga menemukan bahwa buah ini memainkan peran penting dalam menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat.

4. Paprika

Paprika kaya akan vitamin C. Namun tidak seperti sumber gizi lainnya, paprika mengandung gula yang relatif rendah serta menyediakan serat dan antioksidan dari karotenoid (alfa-karoten, beta-karoten, likopen, lutein, kriptosantin dan zeasantin).

Karotenoid berfungsi meningkatkan kesehatan mata dan seringkali dikaitkan dengan pengurangan risiko kanker dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

5. Teh Hitam

Sama halnya dengan teh hijau dan teh putih, teh hitam juga penuh dengan antioksidan flavonoid. Studi menunjukkan teh hitam memiliki kandungan antiperadangan dan pendorong kekebalan tubuh serta proteksi terhadap sejumlah kanker, penyakit kardiovaskular dan diabetes, asalkan tidak ditambahi gula dan krim.

Di sisi lain, menambahkan lemon pada teh hitam Anda juga dapat membantu menyerap antioksidan. Namun jangan kira kandungan antioksidan teh sama halnya dengan buah-buahan dan sayuran karena flavonoid itu sangat berbeda.

Teh hijau dan teh hitam memiliki jumlah polifenol yang identik. Keduanya dapat menghambat kerusakan DNA yang seringkali dikaitkan dengan bahan kimiawi beracun lainnya.

6. Brokoli

Brokoli mengandung serat tinggi, rendah kalori, kaya antioksidan, vitamin C dan beta-karoten. Namun bukan itu saja, sayuran ini juga kaya vitamin K, E, B dan mineral seperti kalsium, zat besi, selenium dan kalium.

Hal itu berarti brokoli bisa meningkatkan kesehatan mata dan mencegah degenerasi makular bersama dengan karotenoid lutein dan zeasantin; mencegah kanker, penyakit jantung, stroke, membangun tulang yang kuat dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Kandungan sulforaphane-nya yang tinggi juga bisa membantu melawan kanker payudara. Faktanya, sebuah studi di Cina mengungkapkan bahwa wanita yang banyak makan sayuran ini 62 persen cenderung tidak meninggal akibat kanker payudara dan kalaupun keluarganya memiliki riwayat kanker payudara, 35 persen cenderung tidak kambuh.

7. Beras Merah

Beras merah yang mengandung serat dan nutrisi membantu Anda cepat merasa kenyang meskipun kalorinya rendah.

Lagipula sebuah studi dari Harvard University pada 2010 menemukan bahwa makan dua porsi atau lebih membantu melindungi tubuh Anda dari penyakit diabetes tipe 2 dibandingkan dengan 5 porsi nasi putih yang justru meningkatkan risiko penyakit tersebut.

8. Ceri

Buah manis penghias kue tart ini kaya akan vitamin A dan C, zat besi dan kalsium serta rendah kalori. Ceri juga merupakan sumber serat yang baik dan tak mengandung garam atau lemak.

Ceri juga mengandung antioksidan dan memunculkan studi yang menunjukkan bahwa makan ceri atau minum jus ceri bisa meningkatkan kesehatan jantung, memainkan peranan dalam mengelola rasa nyeri, mendukung pemulihan pasca olahraga, bahkan membantu Anda tertidur.

Para pakar dari Penn Institute on Aging di University of Pennsylvania pun mencatat bahwa antioksidan pada ceri membantu melindungi tubuh dari dampak berbahaya radikal bebas yang normal terjadi saat tubuh mengubah oksigen dan bahan makanan menjadi energi.

9. Kopi

Sudah banyak penelitian yang menemukan manfaat dari kopi, termasuk kemampuan untuk mencegah gagal jantung, menurunkan risiko depresi dan sejumlah kanker, melindungi melawan diabetes, bahkan membantu memperpanjang usia Anda.

Kopi juga mengandung antioksidan tinggi yang sangat bagus untuk kesehatan otak.

10. Coklat Hitam

Flavonoid dalam coklat mampu melindungi jantung dari penyakit dengan penurunan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol 'baik' dan menurunkan kolesterol 'jahat', memperlancar aliran darah, bahkan meningkatkan sensitivitas hormon insulin.

11. Telur

Telur menyediakan protein yang sempurna, kaya nutrisi, rendah kalori dan lemak. Hal ini karena telur kaya akan kolin yang baik untuk memelihara memori atau daya ingat sekaligus melindungi penglihatan berkat kandungan lutein dan zeasantin-nya.

12. Jahe

Jahe bisa dikonsumsi sebagai minuman (rebusan akarnya) atau dimasak bersama bahan makanan lainnya.

Jahe telah terbukti sebagai salah satu bahan antiperadangan dan dapat membantu mengatasi mual dan masalah pencernaan serta memiliki kandungan antivirus.

National Institutes of Health juga mencatat bahwa jahe, baik yang kering maupun yang dijus juga bisa digunakan untuk mengobati migrain, sakit gigi, reumatik, batuk, infeksi saluran pernafasan bagian atas dan sakit perut.

13. Teh Hijau

Teh hijau yang terbuat dari daun teh yang tidak terfermentasi tersebut memiliki kandungan polifenol tertinggi dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Antioksidan ini membantu menjaga kesehatan jantung dan otak, bahkan melindungi dari kanker.

Sebuah studi menunjukkan bahwa minum teh hijau tiga cangkir sehari dapat menurunkan tingkat serangan jantung hingga 11 persen serta meningkatkan kadar kolesterol 'baik' atau HDL. Studi lain menemukan kaitan antara minum teh hijau dengan rendahnya risiko kanker kandung kemih, payudara dan usus besar.

14. Oatmeal

Makanan yang biasa dimakan saat sarapan ini merupakan sumber serat larut yang sangat baik dan hal itu berarti oatmeal bisa membuat Anda kenyang sepagian. Oatmeal juga telah terbukti sebagai penurun kolesterol.

Hal ini karena oatmeal merupakan sumber utama vitamin B1, B2 dan E serta mineral seperti seng dan besi.

15. Minyak Zaitun

Minyak yang sehat bagi jantung ini mengandung lemak tak jenuh tunggal yang mampu menyediakan energi dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu, minyak ini juga bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Beberapa riset menunjukkan bahwa minyak zaitun juga bermanfaat untuk mengendalikan kadar insulin dan gula darah, apalagi jika Anda menderita penyakit diabetes tipe 2.

Namun satu sendok makan minyak zaitun mengandung 119 kalori sehingga saat mengonsumsinya diusahakan jangan berlebihan.

16. Jeruk

Jeruk merupakan sumber serat, folat, antioksidan dan tentu saja vitamin C. Seperti yang Anda ketahui, vitamin C penting bagi pemeliharaan fungsi kekebalan tubuh, pemulihan luka serta penyerapan zat besi.

17. Kentang

Kentang sangat bermanfaat bagi kesehatan dalam bentuk apapun, baik digoreng atau diolesi mentega saja. Namun jika dalam bentuk aslinya, kentang sangat tepat jika dimasukkan ke dalam pola makan karena kaya karbohidrat kompleks, rendah kalori serta bebas lemak, kolesterol dan garam.

Kentang juga kaya vitamin C, B dan kalium. Bahkan kulitnya mengandung serat yang dapat membantu Anda untuk terus merasa kenyang.

18. Sarden

Menurut seorang pakar nutrisi, Dr. Johnny Bowden, pada dasarnya sarden adalah "makanan sehat dalam kaleng".

Ikan-ikan kecil ini merupakan salah satu sumber asam lemak Omega-3 terbaik berjumlah 1.950 mg per 3 porsi penyajian. Omega-3 sendiri mampu mengatasi pembekuan darah dan mendukung fungsi otak yang sehat.

Sarden juga mengandung niasin, kalsium, protein, vitamin D, vitamin B12, fosfor dan selenium.

19. Bayam

Sayuran ini kaya akan antioksidan lutein dan zeasantin yang mampu menjaga mata Anda tetap tajam. Bayam juga penuh vitamin A dan kalsium sebanyak 245 mg atau hampir sama dengan segelas susu. Selain itu bayam mengandung 3,2 mg zat besi.

20. Stroberi

Buah beri berwarna merah ini rendah kalori dan kaya serat. Belum lagi dengan kandungan vitamin C-nya yang sebesar 86 mg untuk satu porsi penyajian karena lebih banyak daripada jeruk.

Stroberi juga dikenal mampu memperlambat penurunan kemampuan kognitif pada lansia dan melindungi perut dari maag.

21. Tomat

Tomat kaya vitamin C dan rendah kalori. Tomat juga kaya likopen yang dapat membantu melawan kanker. Likopen juga telah terbukti mampu melawan kanker prostat, paru-paru dan perut.

22. Kunyit

Kunyit dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang bersifat antiperadangan sehingga dapat meredakan arthritis, begitu juga dengan diabetes, alergi dan penyakit Alzheimer.

23. Ubi Jalar

Ubi jalar memberi asupan vitamin A dan beta karoten yang bisa menjadi senjata efektif untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap kuat. Ubi jalar juga merupakan sumber serat, folat dan kalium yang baik.

Ubi jalar juga bisa ditambahkan pada kulit karena kandungan beta karotennya dapat memperbarui produksi sel-sel kulit, membantu memperbaiki kerusakan pada kulit dan membuat kulit Anda tampak lebih berkilau.

24. Rumput Laut

Makanan rendah lemak yang gurih ini kaya akan vitamin C, D, kalsium dan iodine yang membantu memelihara kesehatan tiroid Anda.

Selain rendah kalori, rumput laut juga menjadi sumber peptida bioaktif yang tak hanya menyediakan nutrisi tetapi juga memberi dampak seperti obat dalam mengatasi atau mencegah sejumlah penyakit.

25. Air

Jangan pernah meremehkan kekuatan segelas air putih. Minum 91 ons (wanita) atau 125 ons (pria) akan menjaga kulit tetap lembut dan daya ingat tetap tajam, melindungi sendi Anda, bahkan dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Belum lagi, tubuh tak mampu menjalankan sejumlah mekanisme penting tanpa air karena air membantu tubuh mencerna makanan dan menyerap nutrisi dari makanan.

Namun air juga bisa didapatkan dari makanan tertentu seperti semangka dan mentimun serta dalam cairan lainnya.
Advertisement

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon