Merekam Sendiri Film Porno Pribadi, Normal atau Kelainan?


Merekam Sendiri Film Porno Pribadi, Normal atau Kelainan?Berawal dari keisengan merekam adegan panas pribadi, Ariel sang vokalis sebuah grup band terkenal berakhir mendekam di bui. Selain Ariel, ada banyak selebriti dan pejabat yang harus menanggung malu setelah aibnya terbongkar lewat video panasnya yang tersebar di intenet.

Hal ini menguak tabir bahwa ternyata memang banyak pasangan yang mendokumentasikan aktifitas ranjangnya. Dengan kemudahan teknologi, merekam video sekarang bisa dilakukan hanya bermodalkan handphone. Tren ini pun memunculkan pertanyaan, apakah hal ini nomal?

"Selama privasi antara pasangan terjaga dan bukan untuk disebarkan, itu bukanlah kelainan dan sekedar untuk kesenangan. Tapi jika untuk disebarkan ke orang lain, maka sudah mengarah ke ekshibisionis, ini kelainan," kata Dr. Andri Wanananda MS, seksologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

Ekshibisionis adalah kelainan mental di mana seseorang mendapatkan kepuasaan apabila memamerkan kelamin atau bagian tubuhnya yang dianggap tabu kepada orang lain. Misalnya seorang pria yang mempertontonkan kemaluan kepada wanita lain yang tak dikenal atau wanita yang seenaknya memamerkan buah dadanya kepada orang tak dikenal.

Meskipun bukan kelainan dan dianggap wajar, merekam video percintaan sendiri sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati. Pastikan pasangan adalah orang yang benar-benar dapat dipercaya. Selain itu, pertimbangkan juga kemungkinan terjadinya konflik dengan pasangan nantinya.

Mau dipungkiri atau tidak, nyatanya ada beberapa kasus di mana sang pacar ataupun mantan pacar menggunakan video seks ataupun foto mesra koleksi pribadi untuk mengancam pasangannya. Oleh karena itu, jika memang berniat merekam adegan percintaan, sebaiknya pasangan sama-sama setuju dan tanpa ada unsur paksaan.

"Privasi harus betul-betul dijaga. Kalau hanya dilakukan dan ditonton untuk berdua tidak apa-apa. Tapi ada juga orang yang memasang CCTV secara sembunyi-sembunyi di kamar dan menggunakan video untuk tujuan yang tidak baik," jelas dr Andri.

Yang tak kalah pentingnya adalah menjaga kerahasiaan video pribadi dengan pasangan. Video ini seharusnya hanya layak untuk konsumsi pribadi kedua pasangan, bukan untuk diperlihatkan kepada orang lain, apalagi membuka kesempatan orang lain untuk memperbanyaknya.

Tanggung jawab pasangan sangat penting agar hal-hal pribadi tidak sampai menjadi konsumsi publik. Jika terlanjur demikian, akibatnya bisa fatal. Tentunya tidak ada orang yang mau harus menanggung malu seumur hidup, bahkan sampai meringkuk di penjara hanya gara-gara kenikmatan sesaat.

Pengelola Blog : Sukmagie ~ ABDUL WAHAB

Judul : Merekam Sendiri Film Porno Pribadi, Normal atau Kelainan?
Ditulis oleh : Kejutan Internet pada 21 Oktober 2012
Rating Blog : 5 dari 5
Terima kasih Anda telah membaca artikel tentang Merekam Sendiri Film Porno Pribadi, Normal atau Kelainan?
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel ini sangat bermanfaat bagi Blog dan teman-teman anda.
Namun jangan lupa harap memberikan link aktif dofollow ke URL
http://sukmagie.blogspot.com/2012/10/merekam-sendiri-film-porno-pribadi.html
Dan Terima kasih sekali lagi atas kunjungan Anda.

Kritik dan saran atau apapun bisa anda sampaikan melalui kotak komentar.
Dan mohon maaf jika komentar atau pertanyaan tidak bisa cepat saya respon,
karena Saya tidak bisa selalu online selama 24 Jam.

Disclaimer: Gambar, artikel maupun video yang ada di blog ini sebagian berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Forum Diskusi